Udah pada tahu desain handuk Ta-Ta yang gak biasa ini. Kenapa sih handuk bisa dilarang beredar di banyak negara. Bikin geleng geleng

Posted on

Apa pentingnya?

Nah, masyarakat kapitalis Barat terbiasa memperlakukan payudara secara seksual dalam upaya menjual barang dagangan. Miliaran dolar telah diperoleh menggunakan strategi ini. Tapi jika ada satu hal yang dapat disetujui kebanyakan orang, itu adalah bahwa Ta-Ta Towel bukanlah penutup payudara yang paling menarik secara seksual.

Kemungkinan besar, media sosial akan segera dibanjiri gambar-gambar perempuan jahil dan secara disengaja tampil tidak menarik, yang berpose menggunakan – kita sebut saja – TTT. Facebook dan Instagram tidak hanya untuk para narsisis, paling tidak- saat ada bahan baru untuk lelucon bersama.

Dunia telah menemukan wadah payudara yang terlihat lucu, dan banyak orang senang karenanya. Dan saat desain bra hanya berubah sedikit seiring dengan berjalannya waktu, mungkin ini bukan suatu kejutan.

Ini adalah peristiwa seorang perempuan inovatif mengambil alih kepemilikan sebuah isu perempuan, dan menemukan sebuah solusi.

Pencipta Ta-Ta Towel Erin Robertson tinggal di Los Angeles dengan pendingin udara yang rusak, dan langsung berkeringat di bagian bawah payudaranya begitu ia melangkah keluar dari kamar mandi.

Ia menulis di situs webnya: “Saya telah mencoba segalanya: Saya menyelipkan kain di bawah payudara saya, mencoba membalurkan bedak bayi ke sekujur tubuh saya, bahkan menyelipkan t-shirt di bawah payudara saya. Tapi kain tampak konyol, bedak bayi membuat saya terlihat lebih seperti adonan, dan kaos itu membuat saya berkeringat lagi. ”

Itu membawa kita pada hal baru lainnya – wanita yang mengiklankan produk ini jauh lebih besar tubuhnya ketimbang model pada umumnya. Jalur peragaan busana jarang diisi mereka yang montok, dan Ta-Ta Towel hanya tersedia dari cup C sampai H. Ini adalah pemandangan yang tidak biasa, karena perempuan dengan ukuran yang agak besar jarang digunakan untuk menjual produk pasar massal. Terutama produk yang mengharuskan mereka berpakaian minim.

Dan bagi para ibu, ada bonus lain untuk kehebohan Ta-Ta: Ini adalah diskusi sulit tentang pemberian ASI yang biasanya hanya terjadi di kelompok-kelompok diskusi bayi.

Di blog pusat bayi miliknya, Sara McGinnis menulis tentang kerepotannya menangani tetesan ASI dari payudaranya di malam hari, dan bagaimana ia menyelipkan handuk kecil ke bagian depan kausnya setiap malam.

Tentu saja, tidak semua orang yang tertarik pada Ta-Ta Towel akan melalui pengalaman itu. Tapi hal ini mendorong diskusi jujur dan berempati mengenai apa yang terjadi pada perempuan di bulan pertama mereka menjadi ibu – dan dalam prosesnya membuat orang tersenyum.

Sumber: Vemale

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *