Krisis Al-Aqsa, Banyak Negara Kecam Israel

Posted on

Ketegangan antara warga Palestina dan aparat Israel di kompleks Al-Aqsa mendesak banyak negara untuk meminta dikembalikannya status quo  dan pemberian hak umat Islam dan Yahudi untuk berkunjung ke masjid.

Warga Palestina menolak untuk salat di dalam Masjid Al Aqsa setelah Israel memasang alat keamanan baru usai serangan 14 Juli lalu, saat tiga warga Palestina sempat menembak mati dua penjaga keamanan Israel.

Situs suci yang terdiri dari Masjid Al Aqsa dan Dome of the Rock merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam setelah Mekah dan Madinah. Namun situs ini juga merupakan bangunan penting bagi kaum Yahudi.

Pemerintah negara-negara di dunia telah menyatakan keprihatinan dengan meminta Israel dan Yordania untuk melakukan upaya meredakan ketegangan. Dilansir Al-Jazeera, berikut pernyataan dari berbagai negara.

Turki

“Setiap pembatasan terhadap muslim yang memasuki masjid Al-Aqsa tidak dapat diterima. Perlindungan karakter Islam dan kesucian al-Quds (Yerusalem) dan al-Haram al-Sharif (Kompleks Masjid Al Aqsa) penting bagi seluruh Muslim,” kata Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Lebanon

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Lebanon Michel Aoun mengecam agresi Israel yang berulang-ulang terhadap kesucian masjid Al-Aqsa dan penutupan pintu masjid terhadap jemaah yang ingin menunaikan salat.

“Tindakan Israel yang berulang adalah bagian dari skema untuk menargetkan situs suci, setelah perampasan tanah dan upaya untuk terus mengubah status geografis dan demografis di Yerusalem,” kata Aoun.

Amerika Serikat

Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih mengatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan ketegangan di sekitar kompleks tersebut.

“AS menyerukan kepada Israel dan Yordania untuk melakukan upaya dengan itikad baik untuk mengurangi ketegangan dan menemukan solusi yang menjamin keamanan publik dan mempertahankan status quo,” dituliskan melalui rilis pers.

Uni Eropa

“Kami menyerukan Israel dan Yordania bekerja sama dan melakukan semua upaya untuk menemukan solusi yang menjamin keamanan, menghormati kesucian situs dan mempertahankan status quo,” kata Jubir untuk Perwakilan Tinggi Uni Eropa Federica Mogherini, Maja Kocijancic.

Selain pihak-pihak tersebut, beberapa negara lainnya juga turut menyuarakan kecaman serta keprihatinan, antara lain Yordania, Mesir, Arab Saudi dan Afrika Selatan.

Sumber: Viva.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *