Anniesa yang gebrak New York Fashion Week dengan hijab kini ditangkap polisi. Alasannya bisa bikin kamu kaget

Posted on

Sejak pagi tadi, rombongan orang melapor ke Polda Metro Jaya. Mereka mengaku merasa tertipu karena tak kunjung berangkat umrah meski telah menyelesaikan pembayaran ke First Travel.

Kantor First Travel di kawasan TB Simatupang, Jakarta, juga didatangi puluhan calon jemaah umrah. Mufidah, calon jemaah umrah dari Jakarta, mengaku sudah membayar lunas biaya umrah pada Agustus 2016 sebesar Rp16 juta lebih.

Dia dijanjikan berangkat tahun ini tapi kemudian tak ada kejelasan. “Saya sudah minta refund (pengembalian biaya) beberapa minggu lalu, tapi ternyata ada kasus ini (penutupan dan penangkapan)” kata Mufidah kepada Sri Lestari dari BBC Indonesia.

Sementara di kantor Bareskrim, puluhan agen perusahaan itu menyesalkan pengusutan yang dilakukan kepolisian. Mereka menilai First Travel pasti menerbangkan semua pelanggan ke tanah suci, meski menggunakan sistem antrean.

Tersendat

Herry Rudolf menyebut perbuatan Anniesa melalui First Travel merugikan setidaknya 35.000 pelanggan. Gagal umrah, kata dia, nasib orang-orang itu lebih buruk dibandingkan 35.000 pelanggan lain yang telah diberangkatkan ke tanah suci.

Menurut Rudolf, animo masyarakat menggunakan jasa First Travel lumayan tinggi. Selain calon jemaah umrah yang berjumlah puluhan ribu, perusahaan itu juga memiliki setidaknya seribu agen.

Selama ini, kata Rudolf, First Travel menawarkan tiga paket perjalanan umrah, yakni promo seharga Rp14,3 juta, reguler Rp25 juta, dan VIP Rp54 juta.

Merujuk keterangan sejumlah saksi, Rudolf menyebut pemberangkatan umrah para pelanggaan tersendat sejak 2015. Pada periode puasa, Juni lalu, penyidik menduga Anniesa dan Andika menawarkan program umrah baru bagi para pelanggan yang belum berangkat ke Mekkah.

“Sebelum Lebaran kemarin mereka tawarkan paket Ramadan, pelanggan harus bayar Rp3 juta lagi. Tapi tetap saja tidak semuanya bisa berangkat,” ujar Rudolf.

Kepolisian menduga First Travel juga pernah menawarkan percepatan antrean umrah bagi para pelanggan mereka. Caranya, kata Rudolf, pelanggan harus menambah ongkos sebesar Rp2,5 juta sebagai ganti biaya sewa pesawat.

Sebelumnya, Kementerian Agama mencabut izin penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang dipegang First Travel. Keputusan yang berlaku sejak 1 Agustus lalu itu tertuang dalam Keputusan Menteri Agama 589/2017.

Kementerian Agama menyatakan First Travel menelantarkan jemaah umrah sehingga gagal berangkat ke Mekkah. Pada surat yang sama, First Travel diharuskan mengembalikan seluruh biaya umrah yang telah mereka terima atau melimpahkan jemaah ke penyedia jasa lainnya.

Adapun, 18 Juli lalu Otoritas Jasa Keuangan telah lebih dulu menutup First Travel. Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi OJK, Tongam Tobing, menyebut program First Travel tak masuk akal dan jauh di bawah ongkos umrah yang ditetapkan Kementerian Agama, yakni Rp22 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *